GAMBARAN PENGETAHUAN GIZI IBU, PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN STATUS GIZI ANAK BALITA USIA 6-24 BULAN DI WILAYAH BINAAN PUSKESMAS KARYA MULYA KECAMATAN PONTIANAK KOTA
Keywords:
pengetahuan gizi ibu, ASI eksklusif, Status Gizi BalitaAbstract
Latar Belakang: Status gizi balita merupakan indikator penting dalam menilai derajat kesehatan anak yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pengetahuan gizi ibu dan praktik pemberian ASI eksklusif. Pengetahuan gizi ibu berperan dalam menentukan pola asuh dan pemenuhan kebutuhan gizi anak, sedangkan pemberian ASI eksklusif berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan optimal pada awal kehidupan. Meskipun cakupan ASI eksklusif di Indonesia mengalami peningkatan, masih terdapat wilayah dengan capaian yang belum optimal, termasuk di Kota Pontianak sebesar 62,7%.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan gizi ibu, pemberian ASI eksklusif, dan status gizi balita usia 6–24 bulan di wilayah binaan Puskesmas Karya Mulya, Kecamatan Pontianak Kota. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 40 ibu yang memiliki balita usia 6–24 bulan, yang dipilih menggunakan teknik probability sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner serta pengukuran antropometri. Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi.
Hasil penelitian: menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pengetahuan gizi kategori baik (57,5%), sedangkan 42,5% masih dalam kategori kurang. Praktik pemberian ASI eksklusif tergolong baik, yaitu sebesar 80%, namun masih terdapat 20% balita yang tidak mendapatkan ASI eksklusif. Status gizi balita berdasarkan indikator PB/U menunjukkan 80% dalam kategori normal, 10% pendek, dan 7,5% sangat pendek.
Disimpulkan bahwa pengetahuan gizi ibu dan praktik ASI eksklusif yang cukup baik belum sepenuhnya diikuti dengan status gizi balita yang optimal. Diperlukan upaya peningkatan edukasi gizi dan pemantauan pertumbuhan secara berkelanjutan untuk mencegah stunting.