GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG PRAKTEK MENYUSU, DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA, STATUS GIZI IBU DAN BUDAYA MAKAN IBU PADA BALITA STUNTING DI WILAYAH KECAMATAN PONTIANAK BARAT
Keywords:
Pengetahuan Praktek Menyusu, Dukungan Sosial keluarga, Status Gizi Ibu dan Budaya Makan IbuAbstract
Latar Belakang : Stunting pada balita dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengetahuan ibu, praktik menyusui, status gizi, dukungan sosial, dan budaya makan. Rendahnya pengetahuan tentang pemberian makan, termasuk IMD dan ASI eksklusif, meningkatkan risiko stunting. Dukungan sosial keluarga turut meningkatkan kesejahteraan ibu dan kualitas pengasuhan(Muna & Indrawati, 2022)(Muna & Indrawati, 2022) Selain itu, budaya makan dalam keluarga menentukan pola gizi anak. Karena itu, penanggulangan stunting memerlukan pendekatan komprehensif melalui edukasi, penguatan status gizi, dukungan sosial, serta pemahaman budaya lokal.
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui gambaran pengetahuan, praktek menyusu, dukungan sosial keluarga, status gizi ibu, serta budaya makan pada balita stunting di wilayah Kecamatan Pontianak Barat.
Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Desain yang digunakan adalah cross-sectional, yaitu data dikumpulkan pada satu titik waktu tertentu. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah wawancara menggunakan kuesioner dan pengukuran BB dan TB. Penelitian ini dilakukan kecamatan Pontianak Barat. Waktu penelitian pada bulan oktober 2025. Populasi pada penelitian ini sebanyak 310 responden. Sampel pada penelitian ini sebanyak 92 responden.
Hasil Penelitian : Menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan praktek menyusu dengan kategori kurang (67.4%), dukungan sosial keluarga dengan kategori ada dukungan (93.5%), status gizi ibu dengan kategori normal (47.8%) dan budaya makan ibu dengan kategori tidak (93.5%).
Kesimpulan : Pengetahuan praktek menyusu kurang, dukungan sosial keluarga ada dukungan, status gizi ibu normal, budaya makan ibu tidak ada pantangan.